- Jejaring Sosial : Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
- Remaja : Adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa
- Macam-macam jejaring sosial :
- Pendapat tentang pengaruh jejaring sosial terhadap remaja :
Situs apa yangDalam era globalisasi ini teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dsb. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh vendorsmartphone serta tablet murah yang menjamur dan menjadi trend . Hampir semua orang di Indonesia memiliki smartphone , dengan semakin majunya internet dan hadirnya smartphone maka media sosial pun ikut berkembang pesat.
Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat membuat web page pribadi dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast , maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama bagi seseorang dalam membuat akun di media sosial. Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasa nya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka semakin dianggap keren dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul.
Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.
Bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi candu, tiada hari tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 jam mereka tidak lepas dari smartphone . Media sosial terbesar yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain; Facebook, Twitter, Path, Youtube, Instagram, Kaskus, LINE, Whatsapp, Blackberry Messenger. Masing-masing media sosial tersebut mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang membuat para remaja betah berlama-lama berselancar di dunia maya.
Pesatnya perkembangan media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Para pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah.
Para pengguna media sosial pun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan. Bahkan ada sebuah istilah yang dipopulerkan oleh Peter Steiner:
- Manfaat jejaring social
1. Mempelopori Gerakan Reformasi dan RevolusiBaca Lebih Lengkapnya tentang “Facebook dan Twitter Mempermudah Revolusi dan Reformasi.” Memang kedua ini adalah solusi terbaik dalam menyampaikan pendapat.2. Menjadikan Orang Lebih Percaya DiriSebuah penelitian di Inggris membuktikan. Para pengguna jejaring sosial itu memiliki tingkat kepercaya dirian yang lebih tinggi daripada yang tidak. Karena mereka itu sering mengupload foto-foto yang bergitu narsisi dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.3. Mempermudah KomunikasiYang namanya jejaring sosial itu adalah tempat untuk berkomunikasi. Tapi berkomunikasinya lewat sebuah media yang bernama internet.4. Mempermudah Menyampaikan InformasiKemungkinan Masa Depan itu adalah Masa yang serba Online dan serba internet. Maka dari itu untuk mempermudah menyampaikan informasi itu ya harus menyampaikannya dari jejaring sosial, karena jejaring sosial itu memiliki trafik kunjungan yang besar.5. Bisa Mendapatkan Uang dari Bisnis OnlineDengan jejaring sosial kita juga bisa mendapatkan uang. Misalnya, anda memiliki Twitter yang difollow oleh 100 orang. Saya sarankan anda itu harus menguangkan Twitter anda dengan cara menjadi publisher di revtwt. Karena revtwt akan membayar per klik dari link yang anda promosikan dari tweet anda.6. Bisa Mempelajari Bahasa AsingYang namanya Jejaring Sosial itu umumnya bersifat internasional dan Bahasa Internasional itu adalah Bahasa Inggris. Dengan menggunakan jejaring sosial itu kita secara tidak langsung akan mempelajari bahasa asing.7. Bisa Berekspresi Sebebas-bebasnyaMaksudnya kita itu memiliki hak dan kewajiban untuk menyampaikan pendapat. Tapi menyampaikan pendapat secara sopan dan berekspresi dengan sopan dan bertanggung jawab. Misalnya, kita membagikan link di akun twitter kita. Tapi link tersebut isinya tentang ilmu pendidikan / hal yang bermanfaat.8. Menyelamatkan Kita dari Aksi KriminalAda sebuah kasus bahwa ada seorang facebooker yang selamat dari aksi maling. Pada saat itu ada maling masuk ke rumahnya dan menahan salah satu anggota keluarganya. Lalu dia mengupdate status yang berbunyi “HELPPP!.” Dan banyak temanya yang menanggapinya sebagai guroan tapi akhirnya dia menyakinkan temanya bahwa itu serius. Lalu salah satu temannya menelepon 911 dan polisi langsung ke TKP dan khirnya malin tersebut tertangkap karena maling tersebut belum sempat kabur.
- Dampak negative :
Dalam pandangan Merian Merritt, advokat keamanan internet Norton, internet itu semacam sebuah ancaman, termasuk untuk anak-anak dan remaja. Karena itu, ia menyarankan orang tua manapun untuk bisa menjaga anak-anak mereka dari pengaruh buruk internet. “Daring (online) telah menjadi ancaman. Orang tua perlu lebih dari sekedar memperingatkan anak-anak mereka mengenai isi internet, “ ujar Merian Merritt.
Pengaruh negatif internet (khususnya jejaring sosial) ini merambah semua lini, salah satunya pengaruh buruk terhadap kecerdasan (intelegensi). Menurut Lady Susan Greenfield, ahli syaraf dan profesor farmakologi sinaptik pada Lincoln College, Oxford, dan direktur Royal Institution, remaja yang menggunakan internet secara berlebihan akan memiliki kecenderungan untuk mengalami hambatan dalam rentang perhatian, kebutuhan melakukan stimulasi secara segera (tidak sabar), dan rasa kebingungan dalam identitas. Selain itu internet juga berdampak pada penalaran kritis karena hampir semua informasi telah tersedia sehingga para remaja menjadi kurang terampil dan cenderung untuk berkosentrasi hanya pada satu hal untuk jangka waktu yang lama dan menyulitkan remaja untuk memecahkan masalah yang membutuhkan waktu pendek dan kompleks.
- Upaya ;
1. Luangkan waktu dengan anak saat belajar komputer dan internet
Meluangkan waktu lebih banyak bersama anak bisa dengan belajar bersama lebih dalam tentang komputer dan internet. Baik orangtua maupun anak harus tahu dan bisa mengoperasikan situs jejaring sosial, forum diskusi, keamanan transaksi belanja, cara chatting, cara mengetahui situs baik dan situs buruk, mencari dan memutar video di YouTube, dan cara mencari gambar dan video via Google.
2. Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.
3. Ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi pribadi, seperti email dan nomor telepon.
4. Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”
Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal lewat chatting.
5. Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.
6. Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.
- Kesimpulan :
Maka dari itu perlu ada peranan dan kesadaran dari berbagai pihak khususnya dari diri kita sendiri untuk membina generasi penerus bangsa agar tidak terpengaruh terhadap hal yang merugikan dan melanggar norma masyarakat.
- Saran :
- 1. Saran bagi orang tua
Orang tua sebaiknya memberi perhatian terhadap anak-anaknya, terutama kepada anak-anak yang sedang memasuki usia remaja. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan pendidikan di dalam lingkungan keluarga. Orang tua berkewajiban menjawab pertanyaan dari anak-anaknya agar mereka tidak mencari jawaban sendiri, dan yang paling penting adalah para orang tua harus memberikan waktu luang untuk anak-anaknya agar mereka tidak mencari perhatian dengan cara yang kurang berkenan. Dengan perhatian dan pengawasan dari orang tua diharapkan para remaja tidak menjadi addicted pada sosial media. 2. Saran bagi Pendidik/Guru/Sekolah Para pendidik sebaiknya memberi pengertian tentang pentingnya belajar dan melakukan kegiatan positif baik di dalam lingkungan sekolah maupun diluar. Sehingga para remaja dapat melakukan kegiatan positif dan bersosialisasi dengan lingkungannya dan tidak menggunakan sosial media secara berlebihan yang dapat mengurangi tingkat sosialisasi mereka. 3. Saran bagi pemerintah Pemerintah sebaiknya memberikan pengawasan kepada para remaja mengenai penggunaan sosial media, sehingga penggunaan yang berlebihan dapat diatasi. Selain itu pemerintah juga seharusnya memberikan fasilitas bagi para remaja untuk mengembangkan potensi mereka, seperti mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif dan diadakan secara rutin. Hal yang tidak kalah penting adalah pemerintan perlu mengadakan penyuluhan ke tiap-tiap sekolah/lembaga pendidikan mengenai media sosial. 4. Saran bagi para remaja Remaja adalah suatu masa dimana keingintahuan akan sesuatu itu begitu besar. Begitu pula dengan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman salah satunya dalam bidang teknologi. Penggunaan teknologi yang dalam hal ini adalah social media ada baiknya disertai dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memilih serta memilah mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang lebih baik jika tidak dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi pengaruh – pengaruh buruk yang disebabkan oleh penggunaan social media itu sendiri.
Meluangkan waktu lebih banyak bersama anak bisa dengan belajar bersama lebih dalam tentang komputer dan internet. Baik orangtua maupun anak harus tahu dan bisa mengoperasikan situs jejaring sosial, forum diskusi, keamanan transaksi belanja, cara chatting, cara mengetahui situs baik dan situs buruk, mencari dan memutar video di YouTube, dan cara mencari gambar dan video via Google.
2. Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.
Setelah mempelajari caranya, tambahkan pemahaman pada anak tentang manfaat dan bahaya internet. Orangtua harus memiliki pengetahuan lebih luas, dan mendiskusikannya dengan anak. Beritahu juga soal karakteristik predator online, dan berbagai kasus terungkapnya predator online di berbagai negara.
3. Ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi pribadi, seperti email dan nomor telepon.
Ingatkan pada anak agar tidak percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya. Tekankan kepada anak agar tidak memberikan informasi pribadi, seperti email dan nomor telepon.
4. Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”
Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal lewat chatting.
Memperluas pergaulan sah saja, apalagi anak-anak kini sudah semakin terbuka dengan teknologi internet. Namun perlu diajarkan kepada anak agar memperhatikan batasan pergaulannya. Jangan izinkan anak-anak bertemu langsung dengan teman baru yang dikenal lewat chatting.
5. Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.
Meski fasilitas di rumah lengkap, komputer dan ponsel sudah terkoneksi dengan internet, pastikan ada batasan. Jangan biarkan anak-anak mengakses internet di kamar pribadinya. Letakkan komputer di ruang keluarga atau di ruangan orangtua agar mudah dilihat dan dikontrol.
6. Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.
Arahkan anak untuk melakukan aktivitas kreatif dan positif dengan media internet. Kenalkan juga tentang banyaknya kesempatan berprestasi atau mendapatkan hadiah dari kegiatan kreatif di internet, misalkan kompetisi menulis. Untuk itu kenalkan lebih dahulu kegiatan menulis di internet, misalnya dengan mengisi blog pribadi.
- Kesimpulan :
Maka dari itu perlu ada peranan dan kesadaran dari berbagai pihak khususnya dari diri kita sendiri untuk membina generasi penerus bangsa agar tidak terpengaruh terhadap hal yang merugikan dan melanggar norma masyarakat.
- Saran :
- 1. Saran bagi orang tua
Orang tua sebaiknya memberi perhatian terhadap anak-anaknya, terutama kepada anak-anak yang sedang memasuki usia remaja. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan pendidikan di dalam lingkungan keluarga. Orang tua berkewajiban menjawab pertanyaan dari anak-anaknya agar mereka tidak mencari jawaban sendiri, dan yang paling penting adalah para orang tua harus memberikan waktu luang untuk anak-anaknya agar mereka tidak mencari perhatian dengan cara yang kurang berkenan. Dengan perhatian dan pengawasan dari orang tua diharapkan para remaja tidak menjadi addicted pada sosial media. 2. Saran bagi Pendidik/Guru/Sekolah Para pendidik sebaiknya memberi pengertian tentang pentingnya belajar dan melakukan kegiatan positif baik di dalam lingkungan sekolah maupun diluar. Sehingga para remaja dapat melakukan kegiatan positif dan bersosialisasi dengan lingkungannya dan tidak menggunakan sosial media secara berlebihan yang dapat mengurangi tingkat sosialisasi mereka. 3. Saran bagi pemerintah Pemerintah sebaiknya memberikan pengawasan kepada para remaja mengenai penggunaan sosial media, sehingga penggunaan yang berlebihan dapat diatasi. Selain itu pemerintah juga seharusnya memberikan fasilitas bagi para remaja untuk mengembangkan potensi mereka, seperti mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif dan diadakan secara rutin. Hal yang tidak kalah penting adalah pemerintan perlu mengadakan penyuluhan ke tiap-tiap sekolah/lembaga pendidikan mengenai media sosial. 4. Saran bagi para remaja Remaja adalah suatu masa dimana keingintahuan akan sesuatu itu begitu besar. Begitu pula dengan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman salah satunya dalam bidang teknologi. Penggunaan teknologi yang dalam hal ini adalah social media ada baiknya disertai dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memilih serta memilah mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang lebih baik jika tidak dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi pengaruh – pengaruh buruk yang disebabkan oleh penggunaan social media itu sendiri.

No comments:
Post a Comment